Monday, September 06, 2010

Time To Share "Time To Share In Ramadhan"

*judulnya mengerikan!*

Hi all... seperti yang sudah kita ketahui bersama (iye, nggak semua orang Indonesia tau :p) bahwa salah satu kegiatan Flobamora Community di bulan Ramadhan adalah mengadakan Bakti Sosial alias baksos ke Panti Asuhan / Pondok Pesantren WALI SONGO yang terletak di kaki Gunung Meja, kota Ende. Kegiatan ini merupakan salah satu hasil kopdar saat buka puasa bersama Flobamora Community di warung Tegal-2 aka warungnya Mbak Ummi (21 Agustus 2010).
Yang hadir waktu itu ada Ilham, Armando, Ryan, Abah dan saya sendiri sebagai satu-satunya bidadari ;)) wkwkwkwkw.

Suasana Kopdar di warung Mbak Ummi.

Besoknya pamflet kegiatan sudah dipajang di website Flobamora Community dan fotonya sudah di-tag ke teman-teman Facebook. Ya ya ya microblogging juga punya peranan yang penting.

Pengumpulan bantuan dari teman-teman semua, bukan saja dari member Flobamora Community, berlangsung cuma 9 hari hehehe. Tapi itu bukan masalah. Karena selalu ada jalan bila kita mau berusaha bukan? Bahkan di hari terakhir, menit-menit terakhir, saat kami sudah bertolak dari base-camp menuju kaki Gunung Meja, Alhamdulillah masih ada yang sms untuk ikut berkontribusi. Saya sampai terharu. Dana yang terkumpul total seluruhnya Rp. 3.265.000 dihitung dari tanggal 21 Agustus 2010 sampai 29 Agustus 2010. Dari dana tersebut, dibelanjakan bahan pokok sebesar Rp. 1.515.000 dan sisanya diserahkan tunai kepada pengurus Panti.

Baksos di sore yang ceria itu berlangsung sederhana tapi berefek dahsyat untuk nurani kita masing-masing. Rasanya selama ini saya, pribadi, terlalu sombong dengan kehidupan duniawi yang lebih mementingkan nama baik. Jarang saya memikirkan nasib saudara-saudari lain yang, mungkin, untuk makan saja harus berjuang mati-matian.
Hhhhh... Untuk meneruskan tulisan ini saja saya... malas *bletaks!!!* hehehehe. Nggak dink, maksudnye, kalo temans ingin membaca report lengkapnya, silahkan akses Flobamora Community yah!

Album foto kegiatan akan dipublish di Facebook. Tunggu saja tag-nya :)

Kita ketemu di Oktober dengan kegiatan yang lebih seru! Don't miss it *Mtv jadul banget* hehehehe.

Wassalam.

Friday, April 09, 2010

You Must Not Know About Me

You must not know about me
You must not know about me
I could have another you in a minute
Matter fact he'll be here in a minute - baby
I can have another you by tomorrow
So don't you ever for a second get to thinking you're irreplaceable

(Lagi kangen banget dengerin Beyonce and I forgot save all her songs in my flash! Duhhhh jadi inget Oskar sama gaya Ego-nya Beyonce)

Hi all.
Saya lagi di Maumere. Fast moving tanpa basa-basi!
Maaf kalo banyak yang terkejut.
Lha wong saya juga terkejut karena di sini banyak macan betina siap nerkam... apalagi kalo kelemahan sampek terdisplay. Jadi kalo berhadapan sama macan, jangan pernah pake topeng kelinci. Pake topeng tikus karena macan rada jijik sama tikus :P

K.a.n.g.en.

Nasib membawa saya cukup jauh dari rumah. Sekarang saatnya nentuin; menyerah dan pulang akibat seringai macan... atau... stay and nunjukin kalo saya mampu. Cuma butuh perjuangan, pembelajaran dan adaptasi saja.

Saya harus memilih dengan berani. Berani malu *lirik Ilham & Intan*

:D

Wassalam ah.

Thursday, March 25, 2010

*doakan saya!*

Temans...
Doakan saya yah...
Doakan! Hehehehe.

Bismillah

:D

*tersipu malu*

Wassalam.

Tuesday, March 16, 2010

Haloscan vs Blogger

Sekian lama merasa nyaman dengan commsys dari Haloscan, tau2 hancur. Layanan masyarakat itu mulai berpamrih wakakakaka. Back to commsys-nya Blogger deh. Udah gitu saya nggak tau gimana carane pasang commsys Blogger. Ya begini saja dulu lah... silahkan ikuti petunjuk yang ada yang akan membawa Anda pada kotak komentar fufufuf.

Nggak suka! :/
*cibirin Haloscan*

Ugh...

Friday, February 26, 2010

Photo of the Month

I choose this photo to be my 'photo of the month' for February. I named it ...

Ketika Manager 'white' Umum dan Manager 'red' Operational Bertemu Dalam Satu Lensa

Nama yang panjang untuk masa itu, waktu itu, ketika itu, orang itu, keramaian itu, airmata itu. Foto ini menjadi foto postingan terakhir untuk February. Postingan ini menjadi tulisan terakhir yang tertera lewat DynamicNET. Huayoooo komen! Komen! Komen!
:)

Wassalam.

Wednesday, February 17, 2010

Berbagi Kasih Bersama Gomezone FM - 2010

*ini akan jadi postingan yang sangat panjang ... jadi kalo emang nggak niat baca, nggak usah dibaca aja ya hehehe*

10 Februari 2010, pengepakan semua 'cinta' yang terkumpul dari Gomezoner dan Simpatisan. Foto2 ini memberi kami semangat lebih meski lampu mati, semangat tetap terjaga. Pada tahap ini kami memilah2 pakaian sumbangan. Mana yang cocok untuk Panti Asuhan Naungan Kasih dan mana yang cocok untuk Panti Asuhan PonPes Wali Songo.

***

13 Februari 2010 mungkin menjadi hari tersibuk dalam hidup saya. Bangun pagi (tumben) langsung ajak Mame (asisten Mamatua) ke pasar. Kita belanja2 buat acara nanti malam di Studio-2 Gomezone. Selesai mengiris buah bakal es buah, saya dihubungi Ilham. Mo datang ke rumah dia ... kebetulan ada kue katanya ... hihihi ... asyik :p
Ilham datang membawa aneka roti dan nastar yang, pasti, dibelinya di toko roti ngetop Ende; TOP BAKERY. Ngobrol2 ma Ilham, saya ajak juga anak kost di rumah seperti Rolan (akhirnya Ilham tau tampang si Rolan juga) dan Pak Tasrif. Seru ngobrolnya! Apalagi waktu Rolan berbaik hati memanjat kelapa kuning di depan rumah saya, membelahnya dan kemudian menyodorkan 2 gelas air kelapa segar untuk Ilham.

Jam 12 teng-teng, saya makan. Ilham nggak mau makan katanya masih kenyang kue gitu. Saya harus makan karena nggak mau masuk UGD karena serangan maag lagi. Thanks untuk Ilham karena udah bikin Mamatua ngomel :p katanya saya teman yang nggak beres! Masa makan sendiri? Huehehehe.
Terus saya, Ilham dan Rolan berjalan kaki menuju markas Gomezone di jalan Sudirman. Jaraknya dekat kok dari rumah saya. Ilham nggak pingsan kok :D
Kami memikul *tsah* 6 rak telur. Meski cuma 6 teteup capek. Apalagi ditambah sengatan matahari gilaaaa. Wah wah wah, untung ketemu kk AL yang baik hati mo nganterin kita sama mobilnya.
Thanks God! Engkau begitu murah hati!

Tiba di Gomezone, kami rehat bentar. Mulai perintah2 (mungkin itu hobi saya hehe) agar Romeo dan Rolan membereskan Studio-2. Terus mobil box dibuka untuk kami memasukkan semua bantuan yang telah terkumpul. Penuh cinta.
Saking banyaknya sampai kami kewalahan mengepak semua 'cinta' yang telah terkumpul itu. Tuhan memberkati kalian semua :)

Ilham balik kanan jalan, saya dan Oskar memutuskan pergi ke Hero untuk membeli kotak makanan. Maaf, untuk urusan Gomezone sendiri kami tak pernah mengambil dari yang bukan hak hehehe. Jadi jangan kuatir, bantuan Anda selamat tiba di tujuan. Sementara itu Shinta pergi ke rumah Om Bobe. Pulang dari Hero, beberapa anak udah mulai menempel warna-warni krep di dinding. MENDADAK. Saya juga kaget, tapi senang sekali. Saya pun pulang karena harus mengisi ransum ke kotak-kotak yang tadi dibeli di Hero.

Pukul 3.30 sore saya mulai merasakan serangan panik karena belum semua ransum terisi sementara Ilham udah nongol hueheuhue. Ini kok Simpatisan malah lebih tepat waktu ketimbang sayah? Cepat2 membereskan semuanya, mandi and go to the markas :D tentunya dress-code kita adalah MEREH! Eh ... MERAH!
Sampe di Gomezone, semua udah datang, kita pun mulai berkumpul untuk memulai acara.

Yeap, saya membuka acaranya, mengucapkan terima kasih dulu kepada Simpatisan yang udah datang and then Oskar membaca do'a untuk memulai pergerakan ini. Terus kita semua masing2 bergerak ke tumpangan. Go to the first TE-KA-PE (Opera Van Java banget nggak sih? :p) yaitu Panti Asuhan Naungan Kasih.
Bos Jio nggak bisa ikut, maklum, masih dalam suasana Imlek. Tapi beliau memang telah mempercayakan semuanya kepada kami... kami yang tak bisa dipercaya hahahaha :p

Tiba di Naungan Kasih, di mana Romeo telat minta ampyun hehehe, kami bertemu Suster Kepala. Beliau telah sangat berumur namun masih 'konek' dengan kita2 lho. Keren! Ngobrol2 sama Suster eh ... mata Suster berkaca-kaca! Saya kan nggak tahan. Ya berkaca-kaca juga lah! Huhuhu. Untung saya cepat alihkan untuk mengangkut barang2nya hehe. Setelah semua barang dikumpul, Suster memanggil anak2 Panti semua dan kami pun mengobrol. Acara di sini dipimpin oleh Shinta.

Di sana, kami berbagi cinta ...

Sebuah lagu dari d'massive kami nyanyikan diiringi 2 gitar yang dipetik oleh 2 siswa SMUK Frateran Ndao, Ende yaitu Viktor dan Hardi. Duuuh... cinta lagi menari2 di sini!!!!!!!

Nggak bisa lama-lama di Panti Asuhan Naungan Kasih, selain karena emang kita mulainya telat, karena kami harus mengunjungi TE-KA-PE ke-2 yaitu Panti Asuhan Pondok Pesantren Wali Songo. Kami pamit pada Suster dan go to arah selatan, ke kaki gunung Meja.

Ketika tiba, kami disambut pemandangan; seorang cewek berjilbab dan bercadar sedang mendorong sebuah gerobak berisi batu.

---------Ilham speechless.

Kami juga melihat para santri yang sedang belajar / mendapat bimbingan rohani. Dari pakaiannya mereka bukan anak PonPes deh. Ternyata mereka siswa/i dari salah satu SMP di kota Ende yang mengikuti kegiatan Pesantren Kilat di sana. Semakin ke dalam, mata kami menumbuk sesosok pria tua sedang duduk di kursi roda. Dia lah ABAH (kami panggil begitu), pengurus PonPes Wali Songo. Abah baru saja pulang setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit.

Di PonPes acara dipandu berdua; Oskar dan Shinta. Terus kami mengajak juga para santri Pesantren Kilat untuk bergabung, kami menyanyikan lagi lagu milik d'massive itu; JANGAN MENYERAH!!!! Tapi kali ini ada tambahan lagu lhow :P lagu Kapan Kapan ituw hahaha. Fiuh... yang sangat menyedihkan di sini adalah tangisan Abah yang tersedu-sedu. Abaaaah, jangan nangis dund, ntar kita-kita tambah parah nih nangisnya. Abah tetap nggak kuasa nahan air mata and then Abah bilang, "apa yang bisa Abah lakukan untuk membalas semua ini...?"
Saya hanya jawab, "dengan do'a, Abang. Do'akan agar tali silaturahmi kita tidak putus sampai di sini. Kita masih dapat bertemu kali di lain kesempatan..."

Duh... terharu!

Setelah sekian lama ngobrol2 sama Abah, tau2 saya teringat sesuatu yang terlupa, yang dipikul oleh saya dan Rolan tadi... TELUR! Jiaaaaaaah!!! Akhirnya Romeo dan om Ito (makasih ya, om, udah mau direpotkan oleh kami) back to markas ngambil 6 rak telur untuk diberikan ke dua panti tersebut. Saya minta Romeo langsung ke Panti Asuhan Naungan Kasih dulu baru nyusul kami lagi di PonPes hhehee.

Dan akhirnya kami pun pulang!

Mission 1, complete.

Tiba di studio, tau2 -JEGLEG-
Mati lampoe! Huhuhuhu. Yasud, terpaksa kami tetap menjalankan misi ke-2 yaitu bagi2 coklat di jalanan. Dengan gelap2an pula. Waaaa jalanan macet :D hahaha.
Dan ada pula yang melintas di depan para pembagi coklut itu ... berkali-kali! Huaaa gileeeee deng! Udah selesai bagi2 coklat, tau2 listrik nyala. Pedro dan Oskar lagi2 menghilang dan kembali dengan kantong yang super gede berisi coklat2! Yuhuuu!!! Bagi2 lagi deh. Huehuehue.

Mission 2, complete.

Sebelum game, kita makan2 dund. Ransum yang udah saya siapkan itu atas dasar swadaya kami sendiri. Hmmm... makasih ya atas pujiannya padahal saya tau makanan itu semuanya nggak ada enak2nya kok hwakakakak. Ada juga es buah yang stoknya cukup buat semua orang biarpun diminum ratusan kali hahahaha.
Nah, saatnya buat gila2an. Bertempat di markas, studio-2, kami memulai games seru malam itu. Namanya GS (games sarung :p) yang saya adaptasi dari acara Launching Flobamora Community tahun lalu. Dibagi 2 kelompok seru! Hahaha lucu berat. Pokoknya nggak tahan deh guwe :p
Abis game, kita... SERRRRRRRRRUUUUU.
Kata Ilham, kira2 bunyinya kayak gini, "baru kali ini ada pesta yang SUPER HEBOH ... TANPA MIRAS, TANPA DRUGS! Cuma bermodal air mineral dan es buah, berasa kayak di diskotik..."
Belum lagi tingkah si Oskar yang mencontohi bulat2 aksi Beyonce di video klip EGO. Aaarrrggghh... keren!

Aaaah... itulah Gomezone. Nggak cuma koar2 SAY NO TO DRUGS tapi emang betul kita nggak kenal yang begitu2. Yang kita kenal mah ES BUAH :P dari tahun ke tahun Ibu Peri cuma nyiapin itu hahahahe.

Mission 3, complete.

Akhirnya... selesai sudah semua. Capek tapi senang. Letih tapi bahagia. Ini semua berkat kerjasama tim yang baik, berkat bantuan semua Gomezoner, berkat 1% yang diberikan Tuhan kepada kami.
Semoga acara seperti ini masih bisa kita laksanakan.
Hari ini, 16 Februari 2010, kegiatan BERBAGI KASIH BERSAMA GOMEZONE FM masuk FLORES POS ... cek halaman 8 hahahaha.

Wassalam.

Friday, February 05, 2010

Suka Februari Ini

Ahay! Ini foto bareng Pepsi, ma bro hehe. Lokasinya di ... MBAY! Sepulang dari Taman Laut RIUNG! Keren juga ya? Latar-belakang-nya yang keren, bukan orangnya hehehehe.
***

Temans! Saya suka Februari ini! Februari 2010! Alasannya sangat sederhana... karena dalam seminggu di awal Februari saya nggak salah menyebut tanggal. Kok bisa? Iya, karena tanggal 1 Februari 2010 jatuh pada hari Senin. Senin = tanggal 1. Selasa = tanggal 2. Minggu = tanggal 7.
SEDERHANA! Hwakakaka :p

Nah... saya punya cerita soal rencana Valentine. Maaf sebelumnya... ini bukan berarti saya dan temans kemudian perang, pro-kontra, soal Valentine ya. Gomezone punya 4 hari besar dalam setahun : Valentine, 17 Agustus, Ultah di 22 Oktober, dan Tahun Baru!
Semua dirayakan meski ada yang sederhanaaaa banget :) maklum, beras mahal hihihihiw. Sejak Januari kita udah punya rencana gawe bagi2 coklat ke semua orang yang melintas di depan markas Gomezone. Tapi sayang... rencana yang dibungkus rapat itu terpaksa tidak kami jadikan target utama karena ada hal2 yang membuat kami semua berteriak, "KEJI dan NGGAK KREATIF!"
Bukan kami yang keji dan nggak kreatif :p

Lanjod!

Akhirnya kami menyusun ulang semua rencana Valentine ini. Daaaan TRADAAAA. Saya suka sama usul Bos Besar soal perjalanan ke Panti Asuhan.

Mari, bergabung bersama radio GOMEZONE FM dalam program ; BERBAGI KASIH BERSAMA GOMEZONE. Ini bukan rencana muluk, ini juga bukan kerja berpamrih. Kami hanya mengajak semuanya, tentunya dengan ikhlas, untuk berpartisipasi membantu saudara, saudari, teman, anak-anak yang kurang beruntung dan menjalani hidup di 2 Panti Asuhan:
1. Naungan Kasih – Jalan El Tari, Ende.
2. Ponpes Wali Songo – kaki G. Meja, Ende.
Pelaksanaan : 13 Februari 2010, Jam 4 sore.
Apa pun bentuk partisipasi Anda ... kami yakin ... pasti sangat membantu dan diterima dengan tangan terbuka.
Kami sadar, tidak semua orang memaknai Valentine (14 Februari) sebagai hari Kasih Sayang. Pro-kontra mendesing-desing saling bertabrakan. Bagi kami Valentine bukan hanya sekadar hura-hura ... lewat BERBAGI KASIH BERSAMA GOMEZONE (menyusul kesuksesan MERAH PUTIH with GOMEZONE tahun 2008) mari kita satukan semangat, sebarkan kebaikan dan membagi cinta kasih kepada mereka yang membutuhkan. Tentunya dengan cara yang kita bisa, kita mampu, dan, ikhlas.

Kami tunggu partisipasinya

Contact :
- Humas Gomezone FM ; 0852390149**
- Markas Gomezone FM ; Sudirman 28 - Ende
- tuteh.pharmantara@gmail.com
- gomezone.fm@gmail.com

Share this information to others... please :)

Yang mo gabung, jangan sungkan hubungi kontak di atas yaaa. Seperti yang telah tertulis; berapa pun, apa pun, itu sudah sangat membantu. Yang penting ikhlas. Iya tak?
Well, doakan kami sukses ya :)

Wassalam.

Thursday, January 28, 2010

JurJa

Gambar diambil dari sini.

***

Temans, nanti malam saya siaran Jurja. Lagi. Hehehe.

Jurja itu singkatan dari Jujur Aja. Salah satu program mingguannya Gomezone FM yang mengudara setiap Kamis malam pukul 7. Mo dibilang ajang curhat juga boleh secara banyak yang gabung di Jurja buat curhat : curhat yang butuh solusi atau curhat yang sifatnya sekadar berbagi cerita.

I love Jurja :)

Saya punya naskah panjang tentang Jurja :D rangkuman dari begitu banyaknya curhatan Gomezoner (baca : pendengar radio Gomezone). Salah satu tulisannya yaitu :

Sering gue iseng banget. Gue terlahir sebagai isengers (baca: orang iseng sedunia) heheh. Pernah ada yang curhat di Jurja. Dia nanya, “kak Teh, aku ini kenapa ya selalu dihantui sama mantan pacar? Gimana caranya biar aku nggak dihantui lagi?”

Gue jawab, “caranya mudah. Ambil bawang putih, kapur dan garam. Beres deh. Dijamin kamu nggak bakal dihantui lagi.

*usut air mata karena terlalu ngakak*

Gilaaaa. Emang demit gitu sampe make bawang putih segala? Vampire kaleeee :p malam itu Jurja bukan lagi ajang curhat-penuh-duka-lara tapi jadi ajang ketawa Gomezoner se-kota Ende. Orang satu kota, apalagi temen-temen gue langsung sms ke nomor pribadi. Katanya gue sinting!


Wah, seru juga baca lagi tulisan2 lama saya hihihihi ;))
Dah ah, mo kerja.

Wassalam.

Friday, January 15, 2010

Tenun Ikat; Bukan Sekadar Cinderamata

Thanks Om Bisot, the motivator :P
-----
Gambar di ambil dari sini.

Suatu hari Ponakan saya bertanya tentang oleh-oleh yang pantas untuk teman-temannya di Malang. Spontan saya menjawab beberapa toko yang memang menjual cinderamata khas Ende seperti Toko Cendana, Fani Art Shop atau Sehati Art Shop. Saya juga menambahkan, "di dekat Pelabuhan Ende juga ada Pedagang khusus Tenun Ikat. Pilihannya juga banyak kok. Jenis, ukuran dan harga bersaing."

Tenun Ikat (selendang kecil atau syal, lembaran aneka ukuran hingga sarung) dan hasil modifikasinya (tas, dompet, kipas, topi dan lainnya) memang menjadi salah satu cinderamata khas Ende. Mungkin yang paling khas dan terkenal. Cinderamata Tenun Ikat masih lebih dikenal ketimbang cinderamata kuliner seperti kue Rambut atau dodol dari Pulau Ende (pulau kecil di depan pantai Ende yang disebut-sebut sebagai parang milik gunung Ia dalam cerita legenda/kisah cinta gunung Ia, gunung Meja dan gunung Wongge).

Bagi saya pribadi, Tenun Ikat bukan sekadar cinderamata. Bukan sekadar bahan yang diproduksi secara kolosal oleh mesin-mesin tak berperasaan. Nilai yang terkandung pada sebuah Tenun Ikat sesungguhnya tak dapat diukur dengan Rupiah :)
Sejarah, proses perkembangan Tenun Ikat dimulai ketika Manusia purba di zaman Batu mengenal penutup tubuh dengan cara mengambil kulit kayu Sukun hutan. Prosesnya, kulit kayu dikupas dari batang pohon, direndam dalam air atau lumpur beberapa hari lalu dikeringkan, dipukul-pukul hingga membentuk lembaran yang lunak, diberi motif dan untaian dari siput dan biji-bijian sebagai asesoris dan terakhir diberi tali sebagai pengikat. Hal ini terus berkembang sehingga dalam hal berpakaian dikenal ada istilah : "Tau Nia Engga Noo Koko Tanggo, Tau Nia Lawo Noo Koko Tanggo"

Pada proses selanjutnya Manusia mengalami perubahan hidup sedikit demi sedikit. Yang awalnya menutup tubuh dengan lembaran kayu, mulai berubah dengan mengenal tenun. Mereka menenun serat tali batang pisang dan daun kelapa untuk menghasilkan lembaran kain. Pertukaran seni-budaya juga punya andil yang besar sehingga pada peradaban selanjutnya Manusia mulai mengenal pohon kapas yang menghasilkan biji kapas dan serat kapas juga bahan pewarna alami seperti Tarum dan mengkudu (Pace), kemiri dan lain-lain. Perkembangan pewarna dari generasi ke generasi memakan waktu yang lama. Hal ini dapat dilihat dari nama Tenun Ikat dengan berbagai motif yang ada.

Tahapan-tahapan hasil produk Tenun Ikat :
1. Kako Tanggo/Tere (kulit pohon Sukun hutan).
2. Bara Oka/Kasu Bara atau Kote Kae (kain sarung puting).
3. Lawo Beku (kain sarung hitam).
4. Ragi Tuka Ipu (motif kotak kecil).
5. Ragi Bara Meta (motif kotak besar).
6. Ragi/Luka Wenu (hitam bermotif biru-biru muda kotak besar).
7. Senai/Luka Poke Dubu (selendang).
8. Lesu Ropa (daster).
9. Lawo Beku bermotif putih Jara-Nggaja dll (motif ini sudah punah yang masih ada di Ngada dan Sumba).
10. Lawo-Semba-Senai-Lete-Sinde.
11. Ragi Sura Mbao: Sura Pakai, Sura Dhiwi, Sura Woi, Sura Pete/Tege.
12. Lembaran dengan berbagai motif dan ukuran.

Jangan dikira Seniwati Pembuat Tenun Ikat hanya asal saja mengejar target seperti istilah industri zaman sekarang. Mereka membuat sehelai ikat dengan berbagai pertimbangan dan cita rasa seni yang tinggi. Misalnya pertimbangan kualitas, simbolis dan sentuhan seni. Tenun Ikat dibuat tidak hanya sekadar pertimbangan kualitas estetika artistik semata melainkan juga mengandung simbol-simbol yang berlaku dalam tatanan adat masyarakat. Seperti Seniwati Ende-Lio yang membuat Tenun Ikat dengan pertimbangan: status sosial (Ngama Ngaza), kemampuan (Tembo Tau), prestise (harga diri), hari tua (Jaga Tembo Sera Ware Nuri).

Pada umumnya motif dan ragam hias Tenun Ikat Ende hampir sama semua yaitu motif utama di bagian One/Ora (tengah). Motif utama menjadi nama dari berbagai tempat di Ende - Lio.
Pada dasarnya motif dan ragam hias yang dihasilkan para Penenun lebih mengarah kepada keyakinan mereka sendiri. Hal ini terlihat pada proses pembuatannya dari fase ke fase yang penuh dengan upacara dan syarat religius magic. Keyakinan ini lah yang membuat Tenun Ikat menjadi produk unik. Sistem dualisme pada Tenun Ikat menggambarkan bahwa dalam berkreasi sangat dipengaruhi oleh lingkungan, adat serta Agama yang diyakini.

Bermacam nama untuk hasil Tenun Ikat (khusus sarung) dan yang saya kenal dalam arti benar-benar tau hanyalah RAGI MITE (khusus pria) :P hahaha karena semua orang pasti tau Ragi Mite itu kayak gimana. Saya juga tau bedanya antara sarung Mangga dan Kembo. Tapi tau nggak? Sarung Mangga ada banyak macamnya lho!

Fiuh... mengenal satu-per-satu jenis sarung Tenun Ikat memang tidak mudah. Dan zaman gadget menjajah Manusia seperti sekarang ini, masih mau kah anak muda kita mengenal budaya daerahnya sendiri?Membaca sejarah singkat Tenun Ikat di atas... nggak ada seorang pun yang mau bila suatu waktu Tenun Ikat di-klaim jadi milik bangsa lain! Seperti kata Meity Mutiara L. Iskandar:

"Heboh gonjang-ganjing batik yang katanya di-klaim sebagai warisan budaya Malaysia nampaknya tidak berimbas pada Tenun Ikat (Ikat Wave) yang merupakan kerajinan asli (Ende) NTT. Padahal, tenun ikat ini pun merupakan salah satu budaya bangsa yang layak untuk dipertahankan keberadaannya dan diakui sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia. Seperti halnya batik, kain songket dan berbagai jenis kain lainnya dari segala penjuru tanah air."

Dan bagaimana caranya kita, yang ngaku-ngaku orang muda yang cinta daerah, memperkenalkan-menyebarluaskan sekaligus mempromosikan warisan budaya ini?

Yandri (Mahasiswa) :
"Sy kmarin pulang beli 6 syall kain tenun ende lio.. Untuk dibawa keJogja...
4 sy bagi2kan kebest fren sy..
2-nya buat sy lha.. Ha..ha..
Keren kainnya.. Dipuji jg sm tmn2 katanya kainnya baguz...
Dan sy blg itu dr tanah kelahiranku Ende sare.. Wk..wk..wk...... See More
Skali lg
"itu tu aset"
i love ende..
Iwa rewo.. Wk..wk..wk..."


Ma'e korek to?

Dicky (Mahasiswa Psikologi, Penulis Puisi, Penikmat Buku, Guru TK) :
"salah satu kampanye saya juga kepedulian saya tehdp tenun ikat adalah...saya bikin tas kecil buat isi buku2 kecil buat ke kampus dari kain tenun Mollo Utara-Timor...khas suku dawan yang berani dengan warna cerah seperti kuning, ungu, merah, biru dan hijau...hasilnya kawan2 di kampus pada suka dan memesan lewt saya...ahhh senangnya paling gak mereka... See More yang non NTT pun bisa tahu dan kenal kekayaan tekstil nusantara selain batik dan ulos doang! dengan ikut mencintai kain NTT saya rasa mereka juga ikut menjaga kelestarian kain kita dan ikut membela juga jika diusik pihak luar sama halnya kita orang NTT pun ikut terusik dengan klaim negara lain thdp batik...gak ada salahnya...satu nusa, satu bangsa, satu bhasa, satu cinta untuk produk tekstik khas nusantara....he he he...

jadi ingat juga sebulan lalu jalan ke Gramedia dan lihat salah satu buku bagus karya stephanus hamy, isinya ttg fashion tentunya dan yang membuat saya bangga buku itu khusus memuat produk fashion karya Hamy yang seleuruhnya berbahan dasar kain tenun ikat NTT, Timor, alor, sabu, lio, sumba, dsb....keren2 oiiiii....dibikin baju, ikat pinggang, syal, aih...bangga! apalagi NTT terkenal dengan corak ragam kain paling banyak, bahwa setiap suku saja punya corak tersendiir dengan warna dan motif yang unik dan berani! mantabbbb!"


Ini nih, anak NTT yang unik karena begitu banyak yang telah ia toreh untuk NTT. Saya aja tau bahwa ada bahasa Dawan dari tulisan-tulisannya.

Greg Mengga (Pekerja Swasta) :
"apa pun caranya harus dong kita promo ciri khas daerah kita....mari sama-sama kita dukung daerah kita NTT... T: gw dukun banget trus maju.... sesuatu kita coba n coba pasti bisa......"
"betul T.... syal itu tidak akan pernah hilang dr leher klo saya lg bpergian, kebayang ga waktu sy di singapura di bandara changi ada bule nanya "dari NTT ya..?". Spontan saat itu saya bangga n merinding ternyata seorang bule bgitu kuat ingatannya akan kubaya NTT... saya bangga banget ma tu Bule"


Dan saya bangga karena setiap bepergian, baik di Indonesia maupun ke luar negeri, Geg (demikian saya memanggilnya) selalu melilitkan syal Tenun Ikat di lehernya hehehe. Bravo!

Armando (Penyiar RRI PRO-1, Ende) :
Armando memuat TULISAN TENTANG TENUN IKAT di Blognya! Manteb Hehehe.

Makasih buat teman2 semua yang udah mendukung; Vina, Kk Retma, Enol, dan Pankratia :)

Bila ada yang bangga memakai Batik, maka saya bangga memakai Tenun ikat baik yang masih asli ataupun hasil modifikasi.

Usul, saran, kritik, silahkan dilempar ke saya *apalagi amplop berisi jutaan Rupiah* :p wakakaka. Kirim email aja ke tuteh.pharmantara@gmail.com ya! Thanks a lot!

Notes;
Sebuah buku yang saya dapatkan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ende (thanks to my sista: Selviyanti Bata, atas kebaikan hati menyiapkan buku-buku terbitan Dinas Pariwisata Kabupaten Ende untuk saya dari tahun ke tahun sejak 2004) mengantar saya pada proses sejarah yang teramat panjang tentang Tenun Ikat. Buku ini berjudul : Tenun Ikat Tradisional Kabupaten Ende (Traditional Weaving of Ende Regency).

Wassalam.

Wednesday, January 13, 2010

Tenun Ikat

Temans tercintah :)
Saya dapat tantangan bikin tulisan yang rada berat dari om Bisot nih. Tulisannya tentang TENUN IKAT Ende khususnya dan NTT umumnya. Dan itu adalah requestan yang berat karena biasanya tulisan yang direquest itu nggak jauh-jauh dari FIKSI dan CINTA :D

And then saya update status di jarsos :

Requestan tulisan tentang TENUN IKAT (IKAT WAVE) Ende/NTT dari om @Bisot belum bisa dimulai... hiks... semoga besok bisa paragraf pertama :D

Dan di FBnya, status itu dibales oleh kk Meity :

ku bantu mulai deh paragrafnya ... mmm ... jadi gini ...

Heboh gonjang-ganjing batik yang katanya di-claim sebagai warisan budaya Malaysia nampaknya tidak berimpas pada Tenun Ikat (Ikat Wave) yang merupakan kerajinan asli Ende/NTT. Padahal, tenun ikat ini pun merupakan salah satu budaya bangsa yang layak untuk dipertahankan keberadaannya dan
diakui sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia, seperti halnya batik, kain songket, dan berbagai jenis kain lainnya dari segala penjuru tanah air.

Udah ah ... terusin sendiri ...


Yah, ini tugas yang lebih berat lagi karena udah dibantu hueheuhue. Semoga saya bisa menulis, melanjutkan, mengembangkan ide tentang TENUN IKAT ini ya. Bagus atau tidak, itulah yang saya bisa. Semampunya *walah, tulisannya aja belum jadi kok* hehehehe.

Wassalam.

Sunday, January 03, 2010

Hari Ini Hari Minggu!

Iya, Teh. Semua orang juga tau ini hari Minggu!

Temans,
:D
Ternyata hari ini adalah hari MINGGU.
Saya pikir masih hari Rabu atau Kamis gitu.
Walah...
Kemarin salah jadwal.
Hari ini salah hari.
Besok salah apa...?

Pilih;
1. Salah makan.
2. Salah underwear.
3. Salah sebut nama laki :p

Jangan percaya point ke-3. Maksudnya adalah saya salah sebut nama laki orang wakakakaka. Candaaaaaa.... ah ada yang manyun aja tuh *towel2* :D


Wassalam.